Jumat, 15 September 2023

Jalan-Jalan ke Kota Lama Semarang

 


Tak ada yang meragukan keindahan "Kota Lama Semarang" yang terkenal dengan bangunan-bangunan bersejarahnya. Kota Lama Semarang, merupakan pusat perdagangan sekitar Semarang mulai abad 19 hingga sekarang. Kawasan yang terkenal dengan bangunan-bangunan Belanda yang masih kokoh berdiri. 

Dalam satu kompleks, wisatawan dapat menyusuri lorong-lorong unik khas masa kolonial. Kawasan Kota Lama disebut juga Oudstadt. Luas kawasan ini 31 Ha. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang mempunyai sejarah kolonialisme di Semarang. Meskipun terkesan kuno, namun inilah yang justru menjadi daya tarik wisatawan. Beberapa bangunan masih berfungsi dengan baik sebagai perkantoran, bahkan ada juga yang bertransformasi sebagai tempat wisata baru dengan memanfaatkan bangunannya. Tetapi ada juga yang tampak terbengkalai dan akhirnya menjadi gudang atau dibiarkan begitu saja.

Selain bangunan, sudut serta jalanan di Kota Lama Semarang tak kalah menariknya, apalagi pada saat malam hari. Mengunjungi Kota Lama Semarang seolah menjadi mesin waktu. Karena ketika kita ada disini wisatawan merasakan atmosfer yang berbeda. Dikelilingi gedung-gedung bergaya masa lalu seolah membawa ada suasana tempo dulu. Jalanannya pun diperbarui sehingga lebih nyaman untuk wisatawan dan kendaraan. Di kanan kiri jalan terdapat lampu-lampu jalan yang begitu unik. Bentuknya sangat klasik khas lampu jaman dulu.

Salah satu yang menjadi ikon Kota Lama yaitu keberadaan Gereja Blenduk. Disebut demikian karena atap kubahnya yang besar, dalam bahasa Jawa disebut "mblenduk". Gereja ini memiliki warna keseluruhan putih dengan atap merah marun yang begitu kontras. Di depannya terdapat pilar-pilar tinggi yang terlihat megah. Gereja yang sudah berdiri sekitar tahun 1753 memiliki arsitektur gaya Eropa yang khas.


Tepat disamping Gereja Blenduk terdapat sebuah taman yang juga menjadi ikon Kota Lama yaitu Taman Srigunting. Disini wisatawan dapat menikmati teduhnya taman yang berpayungkan pepohonan rindang atau bisa sambil berfoto karena pemandangan langit di sore hari dan matahari terbenam tampak mempesona. Sedangkan di malam hari, wisatawan dapat menikmati uniknya jalanan dengan penerangan lampu klasik. Sehingga membawa suasana begitu romantis.



Didepan Gereja Blenduk terdapat bangunan rumah tua yang terkenal dengan rumah akar karena terdapat akar pohon raksasa yang sudah menggerogoti dinding bangunan dibelakangnya. Tampak horor namun sangat unik jika dijadikan spot foto. Masih disekitar Taman Srigunting dan Gereja Blenduk, terdapat gedung unik lainnya bernama Marba.





Konon, gedung ini dibangun oleh seorang saudagar kaya dari Yaman bernama Marta Bardjunet, sehingga gedung ini disebut dengan gedung Marba yang merupakan akronim dari nama sang pendiri. Gedung ini memiliki warna khas merah dan putih. Berbentuk sangat megah, khas bangunan mewah Eropa berumur lebih dari 100 tahun. Gedung ini pernah menjadi toko modern di masa lalu serta sebagai kantor pelayaran ekspedisi kapal laut. Wisatawan sering memanfaatkan halaman gedung Marba sebagai obyek berfoto, biasanya mereka mengambil angle jarak jauh supaya keseluruhan gedung dapat terlihat.


Selain sebagai wisata sejarah, bagi pecinta barang antik, maka bisa menyempatkan berkunjung ke Pasar Klitikan. Disini wisatawan akan menemukan berbagai barang jadul dan unik. Mulai koin, telefon kuno, perangko, hingga barang koleksi. Ada juga Semarang Kreatif Galeri yang memamerkan berbagai produk UMKM. Ada baju batik, tas batik hingga aksesoris buatan tangan.

Capai jalan-jalan dan belanja, wisatawan juga dapat menikmati berbagai kuliner. Ada Sate dan Gule Kambing 29, Gulai Bustaman, Nasi Goreng Babat Pak Karmin, hingga Ikan Bakar Cianjur. Ada juga Toko Oleh-Oleh khas Semarang yang menyediakan makanan khas Semarang seperti Bandeng presto, wingko, roti ganjel rel.


Kawasan wisata ini berada di pusat kota Semarang tepatnya berada di jalan Letjen Suprapto no. 31, tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Tawang. Sehingga sangat mudah dikunjungi baik sebagai wisatawan singkat atau yang khusus berlibur di Semarang. Untuk menikmati kawasan wisata ini tidak ada biaya tiket masuk. Hanya saja di obyek wisata tertentu menetapkan biaya tersendiri. Karena kawasan ini terbuka sepanjang hari jadi wisatawan dapat menikmati obyek wisata dari pagi hingga pagi lagi.

Jangan lupa ambil foto sebanyak-banyaknya mumpung ada di The Little Nederland.


Rabu, 13 September 2023

Tips Memilih dan Merawat Sunglasses





     


Akhir-akhir ini cuaca panas sekali bahkan pukul 9 pagi sinar matahari berasa membakar kulit. Buat yang biasa berkegiatan di luar kantor selain memakai sun screen, sunglasses atau kaca mata hitam wajib di pakai juga lho. Karena sunglasses ini tidak sekadar untuk menunjang penampilan tetapi berfungsi juga untuk melindungi mata Anda dari paparan sinar ultra violet atau UV yang berbahaya.


    Nah disaat sinar matahari sangat menyilaukan pandangan dengan memakai sunglasses, Anda tentu tak perlu memicingkan mata saat melihat karena sunglasses dapat mengurangi cahaya yang berlebihan masuk ke mata sehingga membantu Anda dapat melihat dengan jelas.

    Memilih sunglasses tidak hanya untuk gaya-gayaan saja tetapi juga dipertimbangkan fungsinya sebagai pelindung mata dari sinar UV seperti memilih lensa gelap dengan kegelapan yang merata dan memilih kacamata yang berukuran besar sehingga dapat melindungi mata dan kulit sekitar mata dari sinar UV.


    

Setelah kita memilih sunglasses yang tepat untuk kita, wajib juga kita merawatnya supaya bisa bertahan lama. Saya ada beberapa tips cara merawat sunglasses:

1. Lindungi dari goresan

Selalu simpan sunglasses dalam tempatnya, jangan asal menaruh dalam dompet, tas atau bahkan saku baju Anda. Karena bisa saja lensanya tergores oleh kunci, pena atau kain baju.

2. Hilangkan noda

Bersihkan sunglasses Anda di bawah ar hangat dan beri beberapa tetes sabun cuci tangan, usap dengan lembut dan bilas hingga bersih lalu keringkan dengan tisu lembut. Biarkan mengering baru simpan kembali dalam wadahnya. Atau kalau tidak mau ribet, bawa saja ke optik terdekat, gratis kok.

3. Hindari pembersih berbahaya

Jangan menggunakan alkohol, acetone atau pembersih rumah tangga lainnya saat membersihkan sunglasses. Gunakan pembersih yang sudah direkomendasikan oleh ahli kaca mata Anda.

4. Jangan meninggalkan sunglasses Anda di dalam mobil

Jangan sekali-kali meletakkan sunglasses di dashboard atau di tempat yang sangat panas. Lebih baik Anda bawa saja saat meninggalkan mobil yang diparkir di hari yang  panas.

5. Pasangkan sunglasses dengan benar di wajah Anda

Di saat memasang dan melepas usahakan dengan kedua tangan Anda, hindari memasang atau melepas hanya dengan satu tangan, karena dapat merubah setelan sunglasses Anda.

6. Sedia satu set pembersih sunglasses di rumah

Beberapa kain microfiber bersih, larutan pembersih lensa yang direkomendasikan, case kacamata yang keras dan sebotol kecil sabun cuci tangan yang lembut.

7. Perawatan khusus untuk sunglasses dengan lensa polaroid dan 'mirror'

Perawatan untuk sunglasses dengan lensa polaroid dan 'mirror' sama dengan kacamata apa pun. Tetapi untuk 'mirror' Anda harus ekstra hati-hati saat menggosoknya agar lensa tidak mudah tergores.

    

Sumber : optikmelawai.com

Sabtu, 02 September 2023

Resep Garang Asem Ayam Semarang

     




Jakarta beberapa waktu ini panas terik. Dan semalam mendadak kepengen makan garang asem khas Semarang. Terbayang segarnya tomat hijau dan belimbing wuluh, pedasnya cabai rawit setan. Segar, pedes, gurih. Makan dengan naasi hangat. Waahhh... sepertinya harus melupakan diet hehehe...

       Daripada ngiler akhirnya langsung eksekusi supaya besok pagi bisa sarapan menu garang asem Semarang. Buat yang mau ikutan masak juga saya kasih contekan resepnya. Karena saya orang yang simpel dan tidak mau ribet, saya tidak bungkus dengan daun pisang tapi tetap enak kok dijamin.

            Bahan-bahan:

500 gr ayam (lebih enak ayam kampung tapi kalau tidak ada ayam biasa juga enak)

130ml santan kental ( saya pakai santan instan 2 pack @65ml)

500 ml air

garam dan gula secukupnya

            Bumbu halus:

5 siung bawang merah

3 siung bawang putih

2 butir kemiri

            Bumbu cemplung:

6 siung bawang merah, iris

2 siung bawang putih, iris

1 batang sereh, digeprek

2 ruas lengkuas, digeprek

2 ruas jahe, digeprek

4 lembar daun salam

4 lembar daun jeruk

2-3 buah tomat hijau. potong-potong

5-6 buah belimbing wuluh, potong-potong (saya skip jadi jumlah tomat hijau saya tambah lagi)

cabe rawit merah setan secukupnya

            Langkah pembuatan:

1. Potong ayam sesuai selera, cuci bersih. Uleg bumbu halus, siapkan bumbu cemplung.

2. Panaskan minyak (saya memakai minyak baceman bawang putih), tumis lengkuas dan bumbu halus hingga wangi, masukkan bumbu cemplung (bawang merah, bawang putih, jahe, daun salam, daun jeruk dan serai), tumis hingga wangi.

3. Masukkan ayam, diaduk-aduk sampai ayam berubah warnanya, tambahkan air, bumbui dengan garam dan gula secukupnya. Masukkan tomat hijau dan cabai rawit setannya. Aduk-aduk.

4. Setelah agak berkurang airnya, masukkan santan kental, sesekali diaduk supaya tidak pecah. Jangan lupa diicip untuk tes rasa.

5. Masak sampai sedikit menyusut santannya dan ayam terlihat sudah matang dan empuk.

6. Matikan kompor. Garang asem ayam khas Semarang siap disajikan.


Selamat mencoba..Happy cooking...



Jumat, 01 September 2023

Resep Wingko Babad Teflon

     


Setiap aku pulang dari Semarang aku selalu membawa oleh-oleh wingko babat. Jajanan berbentuk bulat kecil yang dibuat dari campuran tepung ketan dan parutan kelapa muda selalu menjadi oleh-oleh favourite. Iseng aku cari resepnya supaya aku bisa membuatnya sendiri di rumah. Karena ingin yang praktis dan ekonomis, jadilah aku memanggangnya denga teflon.

    Resepnya sederhana tapi rasanya enak banget. Perpaduan rasa manis dan gurih bikin orang tidak akan berhenti mengunyah apalagi sambil minum kopi hitam. Wingko babat sendiri terbuat dari tepung ketan, parutan kelapa muda, dan gula. Campuran ini yang membuat rasa wingko dominan gurih dan manis. Yuk cuuuss eksekusi ini resepnya:

    Bahan:

    - 250 gr tepung ketan

    - 180 gr kelapa parut

    - 100 gr gula halus (tapi aku pakai gula pasir biasa)

    - 1/2 sdt garam

    - 1/2 sdt vanili

    - 100 ml santal kental (aku pakai santan instan, kadang aku pakai mentega 1 sendok makan)

    - Air kelapa atau air putih secukupnya


    Cara membuat:

    1. Campur semua bahan kering hingga rata.

    2. Masukkan santan kental, aduk hingga rata.

    3. Tambahkan air kelapa atau air putih secukupnya sampai adonan bisa diuleni.

    4. Bentuk adonan sesuai selera, aku buat bulat terus aku pipihkan seperti yang biasa dijual itu.

    5. Panggang adonan di atas teflon anti lengket dengan api kecil.

    6. Setelah kecoklatan di kedua sisinya, diangkat.

    7. Siap dihidangkan, jangan lupa sediakan teh hangat atau kopi hitam. Lekker zegt.


    Gampang dan simpel kan? Bisa untuk mengobati rasa kangen dengan jajanan khas Semarang. Silakan mencoba..

Sekelumit Cerita Liburan di Solo

                    Sekelumit Cerita Liburan di Solo   Hai...apa kabar? Hampir seminggu saya tidak coret-coret karena ada saja halangan, kan...