Sekelumit Cerita Liburan di Solo
Hai...apa kabar? Hampir seminggu saya tidak coret-coret karena ada saja halangan, kangen banget tapi apa daya hehehe. Oh ya bagaimana liburan panjang kalian kemarin? Adakah yang merasakan kemacetan dimana-mana? Atau hanya menikmati liburan dengan rebahan sambil nonton film?
Mau cerita ah liburan saya kemarin hehehe. Liburan kali ini kami ke Solo. Biasanya kalau pergi ke sana tuh hanya sebentar, hanya muter-muter kulineran dan belanja batik, tapi kali ini kami staycation. Menikmati kehidupan Solo dari pagi hingga malam. Nuansa Imlek sangat terasa di sepanjang jalan menuju penginapan.
Setiba kami mendarat di bandara Adi Sumarmo, kami brunch dulu, sarapan sekaligus makan siang hehehe. Banyak sekali pilihan makanan enak di Solo. Murah dan sesuai lidah kami. Awalnya ingin makan tengkleng di Pasar Gede, tapi tidak jadi karena takutnya anak kami tidak suka. Akhirnya kami menuju ke rumah makan Selat solo Vien. Waktu itu selain ingin makan selat solo saya ingin makan es podeng. Selat solo, sup matahari, es dawet pilihan menu kami untuk makan, karena es podengnya ternyata tidak ada huhuhu.
Selesai makan, kami menuju ke arah daerah Karang Anyar, ke wisata Tawangmangu. Eh lagi-lagi ga jadi, karena hujan deras dan macet dan lagi kami mau berburu duren jadi kami mengarah ke tempat wisata Jumog yang lebih dekat. Wisata air terjun versi mininya Tawang mangu. Ramai juga pengunjungnya, banyak bus wisata dan mobil pribadi. Di dekat parkir bus, banyak ojek motor yang mangkal, ojek-ojek itu mengangkut wisatawan yang turun dari bus, yang tidak kuat berjalan kaki ke arah air terjun. Karena lumayan menanjak jalannya dan agak jauh juga dari parkiran bus ke tempat wisatanya. Lumayan lama kami bermain air dan foto-foto di sana. Pulang membeli oleh-oleh buah jambu kristal dan apel hijau, hasil perkebunan penduduk disekitar tempat wisata.
Kami kembali turun ke arah kota Solo, melipir ke tempat dimana disitu adalah surganya durian. Makan durian dirumah juragan durian langsung. Kalap saya kalau lihat durian tuh, kalau tidak ingat kolesterol bisa habis 2 durian makan sendirian hahaha. Oh ya nama tempat kami makan ada 2, rekomendasi dari teman yaitu rumah durian Pak Parno, tapi kami kehabisan saat sudah sampai lokasi. Jadi kami pindah ke rumah durian mbah Surip, dan ternyata beliau ini yang menyuplai tempat sebelumnya. Terkabul keinginan saya makan durian hahaha.
Melanjutkan jalan-jalan kami sebelum ke penginapan. Kami pergi ke Balaikota Solo untuk melihat lampion-lampion yang banyak tergantung di sepanjang jalan. Sampai disana sudah malam jadi lampion-lampion itu terlihat cantik dan meriah. Di pinggir sekitar jalan itu banyak juga pedagang makanan, jajanan tradisional, dimsum, aneka gorengan, pedagang mainan juga ada.
Sepertinya tumplek blek orang-orang disana, penuh sekali. Ada yang dari luar kota juga seperti kami. Foto-foto di depan Balaikota, di depan pasar gede, ada juga yang melihat kesenian rakyat di halaman balaikota Solo. Kami tidak terlalu lama disana karena sudah lelah karena dari pagi hingga malam belum istirahat. Dan karena kami berencana esok hari akan pergi ke Umbul Tlatar Boyolali, jadi kami pulang ke penginapan untuk beristirahat.
Naahh itu sekelumit cerita kami berlibur di Solo. Nantikan cerita saya yang tak kalah seru berikutnya yaaa. Terima kasih atas kunjungan kalian. Tot Ziens!














