Senin, 12 Februari 2024

Sekelumit Cerita Liburan di Solo

                Sekelumit Cerita Liburan di Solo 



Hai...apa kabar? Hampir seminggu saya tidak coret-coret karena ada saja halangan, kangen banget tapi apa daya hehehe. Oh ya bagaimana liburan panjang kalian kemarin? Adakah yang merasakan kemacetan dimana-mana? Atau hanya menikmati liburan dengan rebahan sambil nonton film?

Mau cerita ah liburan saya kemarin hehehe. Liburan kali ini kami ke Solo. Biasanya kalau pergi ke sana tuh hanya sebentar, hanya muter-muter kulineran dan belanja batik, tapi kali ini kami staycation. Menikmati kehidupan Solo dari pagi hingga malam. Nuansa Imlek sangat terasa di sepanjang jalan menuju penginapan. 

Setiba kami mendarat di bandara Adi Sumarmo, kami brunch dulu, sarapan sekaligus makan siang hehehe. Banyak sekali pilihan makanan enak di Solo. Murah dan sesuai lidah kami. Awalnya ingin makan tengkleng di Pasar Gede, tapi tidak jadi karena takutnya anak kami tidak suka. Akhirnya kami menuju ke rumah makan Selat solo Vien. Waktu itu selain ingin makan selat solo saya ingin makan es podeng. Selat solo, sup matahari, es dawet pilihan menu kami untuk makan, karena es podengnya ternyata tidak ada huhuhu.




Selesai makan, kami menuju ke arah daerah Karang Anyar, ke wisata Tawangmangu. Eh lagi-lagi ga jadi, karena hujan deras dan macet dan lagi kami mau berburu duren jadi kami mengarah ke tempat wisata Jumog yang lebih dekat. Wisata air terjun versi mininya Tawang mangu. Ramai juga pengunjungnya, banyak bus wisata dan mobil pribadi. Di dekat parkir bus, banyak ojek motor yang mangkal, ojek-ojek itu mengangkut wisatawan yang turun dari bus, yang tidak kuat berjalan kaki ke arah air terjun. Karena lumayan menanjak jalannya dan agak jauh juga dari parkiran bus ke tempat wisatanya. Lumayan lama kami bermain air dan foto-foto di sana. Pulang membeli oleh-oleh buah jambu kristal dan apel hijau, hasil perkebunan penduduk disekitar tempat wisata.




Kami kembali turun ke arah kota Solo, melipir ke tempat dimana disitu adalah surganya durian. Makan durian dirumah juragan durian langsung. Kalap saya kalau lihat durian tuh, kalau tidak ingat kolesterol bisa habis 2 durian makan sendirian hahaha. Oh ya nama tempat kami makan ada 2, rekomendasi dari teman yaitu rumah durian Pak Parno, tapi kami kehabisan saat sudah sampai lokasi. Jadi kami pindah ke rumah durian mbah Surip, dan ternyata beliau ini yang menyuplai tempat sebelumnya. Terkabul keinginan saya makan durian hahaha.



Melanjutkan jalan-jalan kami sebelum ke penginapan. Kami pergi ke Balaikota Solo untuk melihat lampion-lampion yang banyak tergantung di sepanjang jalan. Sampai disana sudah malam jadi lampion-lampion itu terlihat cantik dan meriah. Di pinggir sekitar jalan itu banyak juga pedagang makanan, jajanan tradisional, dimsum, aneka gorengan, pedagang mainan juga ada. 




Sepertinya tumplek blek orang-orang disana, penuh sekali. Ada yang dari luar kota juga seperti kami. Foto-foto di depan Balaikota, di depan pasar gede, ada juga yang melihat kesenian rakyat di halaman balaikota Solo. Kami tidak terlalu lama disana karena sudah lelah karena dari pagi hingga malam belum istirahat. Dan karena kami berencana esok hari akan pergi ke Umbul Tlatar Boyolali, jadi kami pulang ke penginapan untuk beristirahat.




Naahh itu sekelumit cerita kami berlibur di Solo. Nantikan cerita saya yang tak kalah seru berikutnya yaaa. Terima kasih atas kunjungan kalian. Tot Ziens!

Selasa, 06 Februari 2024

Bahaya Menggunakan Headset

 Bahaya Sering Menggunakan Headset



Haiii, setelah kemarin absen nulis, biasa karena hari Minggu yang lagi padat jadwal, sekarang nongol lagi. Sebenarnya dari pagi tadi ingin menuangkan ide tapi kok lagi ada badai petir, takut kalau kenapa-kenapa. Dan akhirnya sekarang ini bisa nulis lagi. 

Kali ini saya mau menulis tentang bahayanya jika kita sering menggunakan headsetSudah lazim kita lihat dimana-mana, entah di tempat nongkrong, di KRL, MRT, kebanyakan anak muda nih yang sering mendengarkan musik, menonton drakor dari handphone atau laptop HP dengan headset. Karena dengan menggunakan headset, kita bisa mendengarkan suara dengan lebih jelas, jernih, dan nyaman tanpa menimbulkan suara yang mengganggu orang lain.



Tetapi, kita perlu hati-hati terhadap efek samping jika sering memakai headset, apalagi bila volume suara yang didengar terlalu keras. Karena bisa menyebabkan gangguan pendengaran. Bisa bersifat secara permanen dan sementara. 

Gangguan pendengaran yang bersifat sementara, biasanya berlangsung singkat, misalnya telinga berdengung, sakit tapi bisa sembuh dengan sendirinya.

Tetapi gangguan pendengaran permanen terjadi jika kita mendengarkan musik dengan volume suara yang sangat keras dalam jangka waktu lama. Apalagi dibawa sambil tidur. Lama kelamaan akan mengalami kehilangan pendengaran.

Saya ada pengalaman dengan headset ini. Ayah saya senang sekali mendengarkan musik di handphonenya memakai earphone. Waktu itu lagi boomingnya handphone Ericsson yang mempunyai spec radio. Saking senangnya terbawa sampai tidur. Dan yaa efek sampingnya, pendengarannya jadi rusak. Meski memakai hearing aid tidak terbantu juga.

Sebenarnya memakai headset tidak dilarang asalkan dilakukan tidak berlebihan. Agar efek samping dari sering memakai headset ini bisa dicegah. Misalnya mengatur volume suara atau musik. Sebaiknya sih suara tidak lebih dari 60% volume asal. Jangan terlalu lama memakainya maksimal 1 jam kemudian istirahatkan dulu jika kita menggunakannya lebih dari 1 jam.

Karena kalau kita memakai headset lebih dari 1 jam, selain telinga berdengung, kepala juga pusing akibat tekanan di saluran telinga efek dari suara keras, sakit dalam lubang telinga, juga bikin penumpukan kotoran telinga atau serumen prop. Saya pernah berulangkali mengalami yang namanya serumen prop ini hingga bolak balik mengunjungi dokter THT huhuhu syediiihhh.



Hindari juga menggunakan headset saat tidur. Jangan gunakan juga saat menyetir atau di tempat yang bising supaya kita bisa fokus dan terhindar dari kecelakaan. Misalnya kepepet ya pakai pada satu telinga saja atau yang model headset konduksi tulang yang bisa diletakkan di belakang telinga. Jadi bisa mendengarkan musik tetapi tetap waspada dengan sekitarnya.

Kemudian kenakan headset dengan posisi yang tepat, sehingga telinga terasa nyaman dan tidak sakit karena terlalu kencang. Sebaiknya memilih headset daripada earbud. Karena bisa menghasilkan volume lebih keras daripada headset Dan satu lagi rajin dibersihkan headsetnya secara berkala, bersihkan telinga juga dan jangan saling meminjam earphone supaya terhindar dari infeksi telinga.

Nah itu tadi bahaya jika kita menggunakan headset terlalu lama. Yang berlebihan biasanya tidak baik. Lebih baik menjaga daripada celaka. Oke teman. Domoo Arigatou. Terima kasih atas kunjungannya. See You

(Fotos:Pinterest)

Sabtu, 03 Februari 2024

Hanya Tulisan

 

                                                               Hanya Tulisan



Halo semua, sudah wiken tak terasa masuk Februari.Sabtu ini saya merasakan kegabutan luar biasa. Masih rutinitas seperti biasanya, tetapi sehabis selesai semua kok jadi aneh. Mau nulis blog saja muter-muter, sudah mengumpulkan ide, tapi tidak segera dieksekusi. Malahan mengerjakan tugas bahasa Jepang. Oh ya saat ini saya masih ikut kursus online bahasa Jepang level 5 atau setara A2.2.

Hari ini Jakarta pagi hari tadi awalnya panas tapi menjelang jam 10 mendung, tak lama hujan gerimis. Olah raga sedikit, lari-lari ambil cucian, pindahin ke teras, sayang sudah mau kering. Eman-eman hahaha. Dan ternyata sebentar hujannya dan mendung sepanjang hari. Cuaca yang tidak menentu begini berpotensi muncul penyakit batuk-pilek, diare, juga DBD. Jaga kesehatan dan kebersihan rumah dan lingkungan. Jangan sampai ada genangan air, entah di got mampet, kaleng cat yang tidak terpakai, gantungan baju di belakang pintu ( sering banget nih terjadi hehehe).



Jakarta hari ini juga dilanda kemacetan yang parah. Sejak pagi bus-bus besar parkir di pinggir tol dalam kota. Belum selesai dengan demo para Kades yang sampai merusak pagar gedung MPR-DPR dan menutup jalan tol, hari ini ada kampanye paslon 3 di GBK.

Dan parahnya lagi semua akses jalan ditutup. Banyak orang yang tidak bisa bepergian karena tidak ada angkot, mobil pribadi juga stuck karena banyaknya bus yang memakan jalan. Teman saya membatalkan acaranya karena tidak bisa bergerak.  Katanya, "Sudahlah diam di rumah saja daripada nekat pergi tua dijalan. Balik rumah rambut dan wajah jadi berubah semua." Hahahaha

Ah baiklah sekian kegabutan saya sabtu malam ini. Bedankt voor Jullie atentie. Tot morgen!!tchus       


 

(foto : Pinterest)          

Jumat, 02 Februari 2024

Pengalaman Belajar Online

                                                         Pengalaman Belajar Online



Hari ini Jakarta masih diguyur hujan deras. Pagi yang awalnya mendung gelap, beranjak siang menjadi panas tetiba sore turun hujan deras. Puji Tuhan, cucian aman, anak sudah pulang dari sekolah, jadi tak ada was-was karena hujan. Dan saatnya menikmati anugerah hujan sepenuhnya.

Karena hujan, saya jadi teringat saat pandemi dulu. Saat itu tidak bisa beraktivitas dengan maksimal. Lebih banyak dirumah daripada berkegiatan di luar. Selain karena anjuran pemerintah juga was-was karena Covid. Karena itu semua aktifitas kebanyakan dilakukan di rumah. Entah sekolah, maupun kantor. semua muanya dikerjakan di rumah.

Bosen dan gabut. Iseng lihat postingan di IG akun belajar bahasa asing. Sepertinya menarik,  tambah ilmu, tambah teman, tambah pengalaman, harga juga terjangkau.

Tahu tidak? Saking ngebetnya belajar bahasa asing, saya jadi rakus hehehe, sekali ambil kursus lima bahasa kalau tidak salah. Seruuu, berasa saya sekolah lagi. Setiap malam ikut zoom, ngeprint materi pelajaran. Sehabis zoom, mengerjakan tugas-tugasnya. Di akhir term yang berlangsung selama dua bulan, ada ujian akhir. Nilainya nanti  tercantum di sertifikat.

Saat zoom, seperti kita berada di kelas, rame!!Hahaha. Belum lagi di WAG, saling tukar info. Padahal kan kenal di dumay, bertemu hanya saat zoom tapi sudah seperti mengenal bertahun-tahun. Saat itu seperti menemukan oase disaat pandemi. Mendapat ilmu dan teman. Apalagi kalau tutornya asik dalam mengajar. Jadi tambah menyenangkan.

Sekarang pun saya masih ikut kursus bahasa secara daring. Kalau ditanya kenapa tidak pilih offline kan sudah tidak ada pandemi? Saya sudah nyaman ikut kursus secara online karena tidak dipusingkan oleh traffic di jalan. Tahu sendiri tinggal di Jakarta selalu dihadang oleh kemacetan. Belum lagi lokasinya jauh dari rumah. Bisa kemrungsung, belum belajar sudah stres duluan hehehe.

Dengan mengikuti kursus secara daring, saya bisa bertemu dengan orang-orang di seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri lho. Selain itu juga lebih murah biayanya. Kalo offline harus mengeluarkan uang transportasi, belum lagi seperti saat ini yang sering turun hujan dadakan kayak tahu bulet. Secara saya ini orang yang mageran dan mencari yang praktisnya hahaaha



Baiklah, itu sih pengalaman saya saat ikut kursus bahasa asing secara daring. Mungkin ada yang mengalami keseruan yang berbeda dengan saya saat mengikuti kelas online?Komen di bawah yaa. Arigatou. Ja mata...


Sekelumit Cerita Liburan di Solo

                    Sekelumit Cerita Liburan di Solo   Hai...apa kabar? Hampir seminggu saya tidak coret-coret karena ada saja halangan, kan...