Yang Terbaik di Tahun 2023
Halooo apa kabar??? Kembali lagi bertemu dengan hari Senin. Masih adakah yang bilang I Hate Monday?? Hahaha, Weekend telah usai...siap-siap menikmati kehebohan pagi-pagi dan kemacetan di jalan. Tetap semangat untuk senam jari, seperti biasa, setelah rampung tugas negara, buka laptop, camilan dan kopi menemani saya.
Tema ODOP hari ini tentang hadiah terindah tahun lalu. Dari pagi saat baca temanya, berpikir apa ya yang terindah di tahun 2023? Sepertinya yang teringat adalah kesedihan dan kegagalan. Yang membuat putus asa dan marah. Lantas apa sepanjang tahun tidak ada yang baik atau yang membuat bangga diri sendiri?
Sambil mengetik sambil mikir. Hahaha...kenapa bingung ya??Menulis, yes, menulis adalah suatu capaian terbaik saya di tahun 2023. Bertemu dengan para penulis, mengadopsi ilmu dan semangat mereka dalam menulis. Di tahun-tahun sebelumnya, saya hanya menikmati tulisan maupun ajakan untuk menulis. Tapi belum ada gerak untuk melakukannya. Saat itu saya selain sedang belajar berbagai bahasa asing juga dalam kondisi patah hati karena di akhir tahun 2020 ayah meninggal, dan setahun kemudian ibu juga meninggalkan kami bertiga.
Baru di tahun 2023, saya banyak menemukan akun menulis, diawali saya follow penulis novel online, setelah itu beranda Instagram saya berseliweran akun penulis dan penerbit buku, juga kursus online digital marketing. Sampai bingung milih mana yang bagus untuk diikuti.
Kebetulan saya memiliki teman-teman yang se frekuensi dengan saya yaitu suka menulis,bahkan ada yang sudah mencoba untuk membuat novel. Yah, pencapaian saya baru sampai menulis antologi. Tapi menurut saya itu yang terbaik, karena saya kembali menemukan dunia menulis setelah bertahun-tahun "puasa"
Pencapaian pertama tentang menulis. Pencapaian kedua adalah soal keikhlasan dan kepasrahan. Menyerahkan semua hal yang terjadi dan akan dikerjakan pada Sang Pencipta. Jadi tahun 2023 itu saya diajak berbisnis dengan teman, membantu UMKM. Awalnya lancar, tetapi menjelang lebaran tersendat-sendat pembayarannya bahkan ada satu proyek yang kami kerjakan dari bulan April, hingga saat ini belum selesai pembayarannya. Marah, jengkel, cemas silih berganti. Hingga sering kali membuat saya sakit. Menjelang Natal, saya menyatakan tobat, meyerahkan semua kepada Kehendak-Nya. Sedikit demi sedikit berangsur belajar ikhlas. Saya percaya Tuhan yang akan buka pintu yang lain di saat pintu yang satu tertutup.
Itu hadiah terbaik di tahun 2023 buat saya. Menemukan dunia yang lama ditinggalkan dan juga belajar untuk ikhlas. Semoga tahun 2024, menjadi lebih baik, bertambah semangat menulis sama seperti saat diberi challenge One Day One Post. Amin.
Domo Arigatou gozaimashu. Terima kasih banyak sudah berkunjung ke blog saya. See You di tulisan yang lain. Dag Tot Ziens!!

Semoga 2024 menggantikan semuanya dengan lebih baik ya kak. Aamiin
BalasHapusWah sama kita kan mencoba menulis lagi stelah lama fakum, ayo naik level dari antologi menjadi novel pribadi
BalasHapusBelajar ikhlas itu memang sulit ya kak.. Tp insyaallah tuhan akan ganti yang lebih baik.
BalasHapussemoga tahun ini menjadi tahun kelancaran usaha kita semua ya. aminnn.
BalasHapusInsyaallah Kakk yang hilang diganti dengan yang lebih sama Allah, semangat terus🥰
BalasHapusIn shaa allah, diganti dengan yang lebih sama Allah, semangat kakak
BalasHapus