Selasa, 09 Januari 2024

Rumah Adalah Tempatku Pulang

                                         Rumah Adalah Tempatku Pulang



Secara harfiah, rumah adalah sebuah bangunan yang dapat kita gunakan untuk berlindung, dibawah sebuah atap. tetapi ada juga yang mengatakan selain bentuk fisiknya bangunan, rumah sebenarnya adalah orang-orang yang ada didalamnya. Seberapa nyaman, hangat dan terlindungi saat kita berada di suatu tempat.

Sejak menikah, saat kami pulang kampung, saya selalu menuju rumah orang tua. Dimana dari lahir hingga besar, saya tinggal disana. Banyak kenangan manis dan sedih bercampur. Meskipun saat kami bertiga masih kecil, kami sering ribut tapi saat kami sudah menikah ada kerinduan untuk berkumpul. Ada sesuatu yang menarik kami untuk pulang ke rumah.

Rumah orang tua kami tidak megah tapi nyaman, nganyomi membuat kami damai. Di pagi hari sebelum beraktivitas masing-masing, kami berkumpul berdoa dan sarapan bersama meski menunya hanya nasi goreng atau setangkup roti tawar diolesi mentega dan bertabur gula pasir. Tapi kami merasa diberkati, bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan.

Tidak hanya kami saja yang merasakan kedamaian dan suka cita, tetapi teman, saudara, orang-orang yang berkunjung ke rumah orang tua, selalu merasa betah tinggal di sana berlama-lama. Padahal hanya ngobrol ngalor-ngidul ditemani secangkir teh atau kopi, cemilan goreng pisang atau bolu marmer yang dibuat sendiri oleh ibu saya. Tetapi para tamu ini kalau belum larut malam atau tuan rumah ngantuk , mereka tidak akan beranjak pulang ke rumah mereka masing-masing.

Sering mereka bilang, mereka betah lama-lama tinggal kalau berkunjung kesana karena nyaman, mereka merasa seperti di rumahnya sendiri, merasa sebagai bagian dari keluarga kami. Bukan karena banyak makanan tetapi ada kehangatan dalam rumah, ada cinta di sana.



Dan itulah rumah buat saya, tempat saya pulang dari perantauan. Tempat kami berkumpul memberikan berkat satu sama lainnya, memberikan dukungan saat ada yang tertimpa masalah. Memberikan perlindungan, kehangatan dan kedamaian. Menjadikan pelajaran hidup buat saya, rumah bukan saja bangunan fisik tetapi isi dan suasana di dalamnya yang membuat penghuninya merasa damai sejahtera.

Duh endingnya membuat saya jadi mewek, kangen karena belum pulang hiks...kangen semuanya...


3 komentar:

  1. Dulu kalau berkumpul dirumah seringnya didepan teras sambil makan camilan yang tidak akan berhenti sebelum habis camilannya :)

    BalasHapus
  2. Kakkk aku senang melihat arti rumah dari POV nya Kakak, ternyata rumah bukan sekedar bangunan ya

    BalasHapus
  3. rumah bukan hanya sekedar bangunan, tapi memiliki arti luas yaa, kak

    BalasHapus

Sekelumit Cerita Liburan di Solo

                    Sekelumit Cerita Liburan di Solo   Hai...apa kabar? Hampir seminggu saya tidak coret-coret karena ada saja halangan, kan...