Jumat, 05 Januari 2024

Musik dan Buku Teman Terbaik di Kala Sedih

     Musik dan Buku Teman Terbaik di Kala Sedih 


Tahun 2023 adalah tahun dimana saya banyak mengalami kesedihan dan kekecewaan. Banyak hal yang membuat saya merasa tidak baik-baik saja. Bahkan sudah hopeless. Puji Tuhan masih ingat dosa, jadi tidak ingin berbuat yang aneh-aneh.

Sebagai seorang pribadi introvert, kesendirian sebenarnya adalah kesenangan saya. Berdiam di kamar, membaca, kadang melukis, bermain piano atau membuat sesuatu barang kerajinan biasa saya lakukan daripada pergi ke luar, kumpul ramai-ramai. Tetapi sepanjang tahun 2023 kemarin, entah mengapa saya merasa sangat- sangat sedih. 

Ada saja yang membuat sedih dan kecewa, keluarga, anak, suami. Sepertinya mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Kehidupan berjalan sendiri-sendiri. Padahal disaat itu, saya ingin sekali curhat. Tapi saat saya ingin bicara, selalu tidak ada waktu.

Lelah rasanya, saat doa malam, sering saya curhat sama Tuhan. Kangen pada kedua orang tua yang 3 tahun yang lalu dipanggil Tuhan. Dulu saat orang tua masih ada, meski kami tinggal beda kota. Ibu saya pasti telepon, menanyakan kabar, dan selalu mengatakan kalau batin dan pikiran ibu merasa tidak enak. Terpikir kondisi saya, apakah ada suatu masalah? atau saya sakit?

Biasanya selain kesedihan itu saya bawa dalam doa, saya menyibukkan diri dengan membaca novel online dan menulis puisi ditemani dengan musik instrumentalia. Sedikit plong saat bisa mencurahkan hati dalam tulisan. Apalagi di tahun 2023 itu mulai berkenalan dengan event menulis antologi dan memoars.



Suatu kesempatan bagus bukan?Hampir semua tulisan saya di buku antologi dan memoars pure curhatan hati saya. Kisah masa lalu, kerinduan saya pada bapak dan ibu, masalah sebagai anak kedua. Semua saya kisahkan karena kebetulan pas dengan tema yang di minta oleh editornya. Jadi boleh dibilang aji mumpung ya? Hehehe.

Yaaa.. begitulah teman, daripada dipendam sendiri mending diungkapkan dalam bentuk tulisan, meski belum se sempurna para penulis terkenal, minimal ada rasa percaya diri dululah mengasah kemampuan menulis. Next bisa dikembangkan lagi. Semoga. Amin.

Selain menulis, tadi saya bilang baca novel online. Kenapa online?Yaa yang praktis saja sih, karena di hape saya instal aplikasi novel-novel online. Cari cerita-cerita yang easy saja namanya juga cari hiburan kan? Sambil cari inspirasi juga sih. Untuk bekal tulisan saya nantinya.

Okelah itu cara-cara saya mengelola rasa sedih dengan membaca dan menulis selain tetap curhat ke Sang Pencipta. So.. bagaimana dengan teman-teman? Adakah yang sama dengan saya? Atau mencari cara yang lain?

Obrigada, sudah menyempatkan membaca tulisan ini. Dag Tot ziens!!

4 komentar:

  1. Menulis memang terapi healing terbaik kak..tetap semangat

    BalasHapus
  2. Aku penasaran sama antologi kakak, kapan-kapan aku mau baca yaaa, kak

    BalasHapus
  3. Yuhuuu sekarang tim novel online, meskipun novel offline menggoda. Milih novel online karena ringkes dibawa kemana2 hihi

    BalasHapus

Sekelumit Cerita Liburan di Solo

                    Sekelumit Cerita Liburan di Solo   Hai...apa kabar? Hampir seminggu saya tidak coret-coret karena ada saja halangan, kan...