Kalau Sudah Besar Nanti Aku Mau Jadi...
Halo apa kabar? Sudah adakah yang beraktifitas di kantor? Atau sudah masuk sekolah? Karena saya full IRT dan anak juga masih libur sekolah, tugas negara sudah selesai. Kini saatnya oret-oret blog memenuhi tantangan dari grup hehehe. Hari kedua bulan Januari dan hari kedua ODOP bertema Dream Job. Wow sesuatu kalau sudah yang namanya Dream.
Di tulisan saya kemarin, saya menuliskan kalau saya adalah seorang lulusan dari Sekolah Asisten Apoteker. Nah ada ceritanya tuh kenapa saya bisa bersekolah di sana, kenapa tidak memilih di jalur sekolah umum saja atau di sekolah kejuruan lainnya, semisal ingin sekolah yang langsung bisa bekerja.
Jadi, jaman SD saat mau perpisahan itu banyak teman-teman yang berbagi buku diary, kami disuruh menulis selain nama, alamat, hobi, kata-kata kenangan juga cita-cita. Ada salah satu teman waktu itu menulis cita-citanya menjadi Asisten Apoteker. Sepertinya keren gitu. Tapi saya tidak paham profesi seorang Asisten Apoteker tuh sebenarnya pekerjaannya ngapain? Hanya karena merasa keren dan beda dengan yang lainnya jadi saya ikut-ikutan menulis cita-cita menjadi Asisten Apoteker. Hihihi...
Disaat saya duduk di kelas 3 SMP, sering sekali saya mendengar kata Asisten Apoteker diucapkan oleh entah bapak, ibu, kakek dan saudara-saudara lainnya. Sepertinya tidak asing buat mereka. Ternyata ada salah satu sahabat kakek yang anaknya menjadi Asisten Apoteker, bekerja di salah satu Pedagang Besar Farmasi sebagai Detailer, profesi yang berhubungan dengan marketing obat-obatan dan alat kesehatan. Jadi tambah penasaran saya untuk mencari tahu tentang sekolah itu.
Lulus dari SMP, saya mendaftar di SAA yang sudah berganti nama menjadi Sekolah Menengah Farmasi selain mendaftar di Sekolah umum, untuk berjaga-jaga kalau saya tidak lulus dalam ujian. Karena sistemnya menggunakan sistem gugur dan ada test tertulis dan wawancara juga. Puji Tuhan, saya diterima dari sekian ratus anak yang mendaftar. Ternyata favorit juga lho sekolah ini hahaha.
Selama 3 tahun saya belajar, otak lumayan juga diperas untuk belajar. Bayangkan saja ada 22 matpel. Kimia, Fisika belum ilmu resep, bahasa Latin, dan yang paling seru adalah praktik ilmu resep alias praktik membuat obat. Singkat cerita saya lulus dan bekerja sebagai Asisten Apoteker di sebuah apotik dan juga di kantor Pedagang Besar Farmasi sebagai penanggung jawabnya.
Apakah itu my dream job? Bisa iya bisa tidak. Iya, karena itu memang cita-cita dari kecil lebih tepatnya dari lulus SMP. Ingin sekolah dimana setelah lulus langsung bekerja tanpa susah-susah lagi. Dan terkabul keinginan saya. Bisa dikatakan tidak, karena ada cita-cita yang lainnya, menjadi seorang penulis, penerjemah dan menjadi seorang copy writter. Saat ini saya sedang dalam proses. Doakan ya teman bisa segera terwujud.
Karena dalam pikiran saya, menjadi seorang penulis, penerjemah atau copy writter itu bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana saja, tidak terikat waktu, sambil mengasuh anak tapi bisa menghasilkan cuan. Betul apa betul nih?? Dan di tahun 2023 kemarin, saya mencoba mengikuti beberapa ajakan menulis antologi, ada juga ajang kompetisi menulis. Meskipun belum menang setidaknya sudah sedikit bangga punya buku yang ada tulisan saya. Dan itu membuat saya lumayan bangga lho. Apalagi kalau namanya tertulis di cover depan. Duuuhhh narsisnya....Hahaha...
Tapi eh tapiiiii saya ini termasuk kategori yang tidak bisa di pause karena kalo break sebentar saja langsung muncul sifat mager. Seperti menulis di blog ini, dari bulan September baru beberapa tulisan saja yang ada. kalau dari buku antologi saya sudah ada lebih dari selusin buku antologi. Hahaha. Untungnya ada event ODOP yang lumayan mengajak saya untuk semangat menulis lagi. Karena sering kali macet untuk menemukan ide. Yang akhirnya tidak bisa konsisten menulis.
Nah itulah sekelumit cerita tentang my dream job. Menjadi Asisten Apoteker sudah terwujud dan kini tinggal mewujudkan pekerjaan impian berikutnya. Terima kasih teman yang sudah mau berkunjung di blog saya. Salam sukses...
Kakak, judul buku antologinya apa aja, kakak?
BalasHapusIni namanya kekuatan afirmasi ga sih, dr sd dicekoki kata3 asisten apoteker eh lama lama jalannya lempeng tuh menuju Asisten apoteker
BalasHapusthe power of affirmation
BalasHapusaku punya masalah yang sama kayak kakaknya, gampang mageran, kuncinya sih dalam hati ingin berubah dan konsisten
BalasHapus