Minggu, 14 Januari 2024

Cintaku, Sayangku, Indonesiaku

                                             Cintaku, Sayangku, Indonesiaku


Konbawa minnasan. Bagaimana hari liburnya?Ngemall, kondangan atau cuma rebahan ajah?Hari ini dari pagi belum bisa rehat saya, pagi ke Gereja, pulang ke rumah beres-beres, lanjut ke Gereja lagi karena ada pelayanan, dan baru saja pulang dari stasiun Pasar Senen, jemput suami yang habis dari kampung. Rencananya kami berdua mau kasih surprise gitu ke suami eh ternyata diluar BMKG, B saja responnya. Penonton kecewa dah hahaha.

Ya sudahlah kita kembali ke ODOP, temanya tentang cinta-cintaan nih, hahaha. Cinta Tanah Air maksudnya. Apa yang membuat saya bangga dengan Indonesia. Apa yaaa...lha balik nanya hehehe. Secara kebetulan saya dilahirkan di Indonesia, lebih tepatnya di sebuah kampung di ibu kota propinsi Jawa Tengah. Asem Arang alias Semarang.

Dari sini saja sudah terlihat kebanggaan saya sebagai warga Semarang yang nota bene merupakan salah satu kota di Indonesia. Semarang itu ngangeni. Makanan disana murah-murah dan enak, sejuk, tidak terlalu macet. Dan menurut saya, Semarang itu kota yang unik. Kenapa? Karena ada yang namanya Semarang bawah dan Semarang atas. Konon yang namanya Semarang atas itu tempat peristirahatan orang-orang kaya jaman Belanda dulu saat menjajah Indonesia karena letaknya di dataran lebih tinggi, berbukit-bukit, sedangkan Semarang bawah yang letaknya dekat pelabuhan, merupakan daerah niaga dan pemerintahan. 

Terus apa hubungannya dengan kebanggaan sebagai warga Indonesia? Jelas bangga dong, di Semarang saja dengan letak geografis seperti itu, banyak dijumpai keanekaragaman. Di Semarang bawah itu ada yang namanya kampung pecinan, kampung Arab. Tapi mereka bisa hidup berdampingan, saling mengisi satu sama lainnya. Bergotong royong. Budaya yang mereka bawa dari leluhurnya masing-masing bisa berdampingan bahkan bisa melebur menjadi satu. 

Gotong royong dan toleransi itu yang membuat saya bangga sebagai orang Indonesia. Belum lagi Indonesia mempunyai 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Itu membuat saya bersyukur tinggal di Indonesia karena tidak perlu bersusah payah menahan dinginnya disaat cuaca dingin, bersalju pula, karena saya mempunyai sakit sinusitis. Bisa berbulan-bulan on off badan saya disaat musim dingin. 

Selain gotong royong, kulinernya enak-enak dan beraneka ragam, banyak mengandung rempah yang membuat makanan semakin lezat dan menyehatkan. Selain itu juga minumannya, ada jamu yang menyehatkan juga.

Penduduknya ramah tamah, saking ramahnya sampai-sampai punya jiwa  kepo yang tinggi. Tetangga beli kulkas baru, langsung diintip, ditanya-tanya harganya, beli dimana. Hahahaha..

Jangan lupa, warga Indonesia selain jiwa kepo yang tinggi dan julid, mereka akan bersatu kalau ada pihak asing yang menyerang salah satu warga Indonesia. Siap-siap saja akan diserang para netizen Indonesia hingga tak berkutik. Hehehehe

Apalagi yaa, next di cerita yang lain saja ya saya tulis lagi. Hari ini sungguh melelahkan tapi menyenangkan. So, sekian dulu ya cerita saya. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya ini. Salam sehat. Salam literasi. Adios Amigos...Tot ziens!!

2 komentar:

  1. Hai kak, aku jadi kangen Semarang deh, pengen makan penyet di pleburan dan pecel bu sumo. Semarangnya di mana kak?

    BalasHapus
  2. Yups,, warga negara indonesia ga lepas dari yang namanya kepo ya.. :)

    BalasHapus

Sekelumit Cerita Liburan di Solo

                    Sekelumit Cerita Liburan di Solo   Hai...apa kabar? Hampir seminggu saya tidak coret-coret karena ada saja halangan, kan...