Tak ada yang meragukan keindahan "Kota Lama Semarang" yang terkenal dengan bangunan-bangunan bersejarahnya. Kota Lama Semarang, merupakan pusat perdagangan sekitar Semarang mulai abad 19 hingga sekarang. Kawasan yang terkenal dengan bangunan-bangunan Belanda yang masih kokoh berdiri.
Dalam satu kompleks, wisatawan dapat menyusuri lorong-lorong unik khas masa kolonial. Kawasan Kota Lama disebut juga Oudstadt. Luas kawasan ini 31 Ha. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang mempunyai sejarah kolonialisme di Semarang. Meskipun terkesan kuno, namun inilah yang justru menjadi daya tarik wisatawan. Beberapa bangunan masih berfungsi dengan baik sebagai perkantoran, bahkan ada juga yang bertransformasi sebagai tempat wisata baru dengan memanfaatkan bangunannya. Tetapi ada juga yang tampak terbengkalai dan akhirnya menjadi gudang atau dibiarkan begitu saja.
Selain bangunan, sudut serta jalanan di Kota Lama Semarang tak kalah menariknya, apalagi pada saat malam hari. Mengunjungi Kota Lama Semarang seolah menjadi mesin waktu. Karena ketika kita ada disini wisatawan merasakan atmosfer yang berbeda. Dikelilingi gedung-gedung bergaya masa lalu seolah membawa ada suasana tempo dulu. Jalanannya pun diperbarui sehingga lebih nyaman untuk wisatawan dan kendaraan. Di kanan kiri jalan terdapat lampu-lampu jalan yang begitu unik. Bentuknya sangat klasik khas lampu jaman dulu.
Salah satu yang menjadi ikon Kota Lama yaitu keberadaan Gereja Blenduk. Disebut demikian karena atap kubahnya yang besar, dalam bahasa Jawa disebut "mblenduk". Gereja ini memiliki warna keseluruhan putih dengan atap merah marun yang begitu kontras. Di depannya terdapat pilar-pilar tinggi yang terlihat megah. Gereja yang sudah berdiri sekitar tahun 1753 memiliki arsitektur gaya Eropa yang khas.
Tepat disamping Gereja Blenduk terdapat sebuah taman yang juga menjadi ikon Kota Lama yaitu Taman Srigunting. Disini wisatawan dapat menikmati teduhnya taman yang berpayungkan pepohonan rindang atau bisa sambil berfoto karena pemandangan langit di sore hari dan matahari terbenam tampak mempesona. Sedangkan di malam hari, wisatawan dapat menikmati uniknya jalanan dengan penerangan lampu klasik. Sehingga membawa suasana begitu romantis.
Didepan Gereja Blenduk terdapat bangunan rumah tua yang terkenal dengan rumah akar karena terdapat akar pohon raksasa yang sudah menggerogoti dinding bangunan dibelakangnya. Tampak horor namun sangat unik jika dijadikan spot foto. Masih disekitar Taman Srigunting dan Gereja Blenduk, terdapat gedung unik lainnya bernama Marba.
Konon, gedung ini dibangun oleh seorang saudagar kaya dari Yaman bernama Marta Bardjunet, sehingga gedung ini disebut dengan gedung Marba yang merupakan akronim dari nama sang pendiri. Gedung ini memiliki warna khas merah dan putih. Berbentuk sangat megah, khas bangunan mewah Eropa berumur lebih dari 100 tahun. Gedung ini pernah menjadi toko modern di masa lalu serta sebagai kantor pelayaran ekspedisi kapal laut. Wisatawan sering memanfaatkan halaman gedung Marba sebagai obyek berfoto, biasanya mereka mengambil angle jarak jauh supaya keseluruhan gedung dapat terlihat.
Selain sebagai wisata sejarah, bagi pecinta barang antik, maka bisa menyempatkan berkunjung ke Pasar Klitikan. Disini wisatawan akan menemukan berbagai barang jadul dan unik. Mulai koin, telefon kuno, perangko, hingga barang koleksi. Ada juga Semarang Kreatif Galeri yang memamerkan berbagai produk UMKM. Ada baju batik, tas batik hingga aksesoris buatan tangan.
Capai jalan-jalan dan belanja, wisatawan juga dapat menikmati berbagai kuliner. Ada Sate dan Gule Kambing 29, Gulai Bustaman, Nasi Goreng Babat Pak Karmin, hingga Ikan Bakar Cianjur. Ada juga Toko Oleh-Oleh khas Semarang yang menyediakan makanan khas Semarang seperti Bandeng presto, wingko, roti ganjel rel.
Kawasan wisata ini berada di pusat kota Semarang tepatnya berada di jalan Letjen Suprapto no. 31, tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Tawang. Sehingga sangat mudah dikunjungi baik sebagai wisatawan singkat atau yang khusus berlibur di Semarang. Untuk menikmati kawasan wisata ini tidak ada biaya tiket masuk. Hanya saja di obyek wisata tertentu menetapkan biaya tersendiri. Karena kawasan ini terbuka sepanjang hari jadi wisatawan dapat menikmati obyek wisata dari pagi hingga pagi lagi.
Jangan lupa ambil foto sebanyak-banyaknya mumpung ada di The Little Nederland.







mengobati rinduku sama Semarang inii
BalasHapusSemoga suatu saat nanti bisa kesana, keren banget kak.
BalasHapussemarang salah satu kota tujuan wisataku yang belum tercapai. semoga sempat ke sana di tahun 2024.
BalasHapusSetiap hari saya lewat sini kak dan ga pernah bosan sama suasananya.
BalasHapusWaw thank you review nya kak. Kapan itu ke Semarang tapi belum sempat jalan-jalan. Kalau jalan di area yang dijelaskan itu apakah bisa ditempuh jalan kaki kak ? atau lebih baik berkendara ?
BalasHapusSerasa jalan jalan di Eropa
BalasHapus